Laman

Jumat, 29 April 2011

KUATKAH KU MENGHADAPI KENYATAAN Waktu ku terbuang sia-sia saat berujung musnah, aku sudah menghina diri sendiri, aku sudah membuat jatuh hati kepada lawan jenis, perasaan takut yang dulu pernah ku rasakan kini terjawab sudah---perasaan takut akan tersakiti. Sekarang aku pun mengalaminya, namun tidak lah bisa aku memutar waktu untuk mengubah cerita. Sebuah kisah dan pengalaman yang membuat ku berpikir untuk tidak terjebak cepat dalam perasaan. Aku harus bisa membuat hati terkunci rapat dari semua lawan jenis, supaya ku harus berpikir dalam lagi sebelum terlanjur jauh mencintainya---saat ini dia mati rasa karena kekecewaan tanpa ku tahu sebelumnya, dia membuat pikiran ku kacau setelah tahu alasannya meminta ku berteman seperti dulu---peristiwa pemutusan pacar. Berat ku menerima ingin berteman, karena perasaan terlanjur jauh. Aku pernah menebaknya awal tahun itu kalau dia ingin minta putus! Namun dia selalu menggelengkan kepala, itu yang membuatku yakin bahwa dia tidak mau putus, namun mengapa dia membohongi aku waktu itu kalau dia mengikrarkan sebuah janji--akan memutusi aku jika dia tidak bisa menjawab soal-soal ujian final karena salah aku yang membuat pikirannya tidak karuan karena aku yang selalu mengganggunya. Sampai akhirnya ku terjebak dalam lamunan perasaan---perasaan tidak ingin kehilangan, perasaan bersalah, perasaan menyesal akan sikap ku waktu itu, perasaan marah! Namun apa alasan ku untuk marah??? karena katanya ini semua adalah SALAH KU. Setelah berminggu-minggu merenungi semua, akhirnya aku sadar bahwa perbuatan ku menyayangi lawan jenis secara berlebih itu adalah dosa besar karena kita belum tahu apakah orang yang kita cintai itu kelak muhrim kita?? Jawabnya—belum pasti hanya Allah swt yang tahu. Janganlah kita berlebihan mencintai lawan jenis yang belum pasti itu muhrim kita dan jangan pula melampaui batas rasa cinta kepada sesama karena besar cinta kepada Allah swt tidak boleh disamakan dengan besarnya cinta kepada lawan jenis. Mungkin aku bukanlah orang yang baik-baik, karena dia adalah laki-laki yang baik--sangat jarang ada orang yang baik-baik seperti dia. Dia itu makhluk yang taqwanya kuat, sehingga membuatku terlalu mengharapkannya tanpa mengenal siapa aku ini, aku bukanlah orang yang sebaik dia. Salahkah aku berharap bersamanya, dia yang bisa dan sering membimbing ku dalam ibadah yang menurut ku bisa menjadi imam dan teladan untuk ku. Aku senang dekat dengannya karena dia yang sudah membuatku lebih baik dari sebelum ku mengenalnya dan banyak hal positif yang bisa ku dapat darinya setelah mengenal, dekat dan masuk kehidupannya. Tabiatnya yang mulia membuatku senang, dari dulu orang yang ku idolakan adalah Rasulullah saw, dan berharap ada laki-laki yang bisa menjadi imam ku dalam hidup. Setelah dekat dan mengenal teman laki-laki satu sekolah dulu itu membuatku bahagia, karena sangat jarang ada yang sepertinya, dengan kesederhanaannya itu juga membuat ku semakin suka, namun sekarang dia mati rasa terhadapku, sehingga ku berpikir mungkin aku bukan wanita yang baik untuknya. Hanya harapan dan takdir yang bisa membuat aku dan dia bersatu kembali. Karena semua urusan hanya Allah swt yang mengatur, Insya Allah dengan ikhtiar, do’a dan tawaqal semua hajat terkabul. Amin yaa Allah…

4 komentar:

  1. Kunjungi blog saya martabakgoreng.wordpress.com
    ditunggu komenx,,,

    BalasHapus
  2. siiippss....
    :)
    terima kasih seberlumnya dahh buka ney blog.. hehe
    kasunyiaan nahh...

    BalasHapus
  3. sunyi kenapa tadeh..???

    martabakgoreng pindah lapak naah,,,jadi ke blogger z,,biar enak memantaunya..hehe
    http://martabakgoreng.blogspot.com/

    BalasHapus
  4. yupp..
    keren k ae komunitasnya..hehe

    BalasHapus