Laman

Sabtu, 11 Juni 2011

Aku Yang Seperti Apa ??

Pagi Jum’at ini aku sedikit bersemangat karena lagi puas, yup sesuatu yang membuat orang senang karena keinginan dapat dipenuhi. Tepat sekali!! Tadi malam aku barusan menyelesaikan tugas kuliahku tepat pada waktunya.. itu adalah suatu kepuasan bagiku ditambah lagi dengan manfaatnya, Alhamdulillah sekarang aku lebih mengerti dengan kuliahku saat ini, apa, mengapa dan bagaimana : Apa: Apa yang ingin dilakukan untuk masa depan ? Mengapa : Mengapa tidak ku kerjakan sekarang! Buat apa nunggu nanti-nanti Bagaimana : Bagaimana jadinya jika aku terlalu menyepelekan study ku..? Begitulah pikiranku dalam sebuah malam yang tidak begitu dingin, tidak juga panas. Ku tutup hari dengan baca ayat kursi sebelum tidur. Aduuhh… kenapa aku sangat melambankan gerakkan aktivitasku, waktu sudah menunjukkan pukul delapan pagi kurang lima BELAS MENIT..!!!!. aduuhhh… sedangkan jarak rumah ke kampus II lumayan jauh apalagi kecepatan berkendaraannya sangat lambat, tidak bisa lincah seperti kaula muda lainnya. Santai ..santaaiii… gelisah tidak membuat keadaan berubah!! INGAT yaa!!? Tenangkan pikiran dan perasaan (suatu cara untuk menjernihkan kegelisahan menurut ahli psikologi####### ) sengaja tidak dipublikasikan. Di kampus Tap..tap..tap.. Tap..tap.. (ngapain loe takut ? Tetap saja waktu berputar ke depan. Ayoo tenangg..t.e.n.a.n.g.!) Ngetok pintu..(tok..tok..tok) Assalamu’alaikum.. (haduuhh terlaluuu peelaaaann!) Assalamu’alaikum……….. Boleh masuk ? Wa’alaikum salam.. ya silahkan.. (huiihh..slamet.. slamet!, ) Ku lihat tempat duduk di depan dah penuh semua, salah sendiri sihh telat berangkat, tapi aku telat bukan karena telat bangun ya..! karena akunya yang nunda-nunda mengerjakan tugas pribadi. Huh.. YA SUDAHLAH..kayak lagunya Bondan..hiiihiii.. jreeenngg! (berharap ada yang muterin musiknya yaa ??) iyaa pas b.g.t dengan kondisiku detik ini menit iniii.. mimpiku duduk di depan pupus sudah,,hikss.. padahal 4 SKS nehh beban matkulnya.. (Haah Bakul???).. BUUKAAAnN.. tapi MatKUL..! Yaaahhh…sedikit ketinggalan nihh materi dari dosen, (haduuhh payahh.. payahh kau neh) Paling pojok lagi nih duduk, (yeee.. disyukurin dunk bisa kuliah!, biar dimanapun duduknya yang penting kan mata dan telinganya yang jangan lupa dibawa). Yeeee.. itu sih mempengaruhi , justru jika tidak diatur jarak penglihatan n pendengarannya maka yang terjadi adalaaahh…… TI-DAK KON-SEN-TRA-SI Begitulah habit anak pelajar maupun mahasiswa jika duduk paling belakang , pojok, syukur juga kaloo gak di pojok, itu biasanya dijadikan tempat untuk tiduran, malas-malasan dehh jadinya.. waaahhh apa jadinya Negara ?? syukur hari ini aku tidak terjangkit tu habit, yup!! Lagi termotivasi untuk serius (daree awal kale), haha.. iyaa itu karena ada kamu sahabatku, Nur..yang selalu menemaniku dalam bertindak. So, dimanapun dan kapanpun itu aku harus mengikuti kuliah dengan semangat. (kalau maag mu kumat , ato lagi kelaperan ?? nahhh bagaimana? Apa tetap semangat??).. tadi kan aku bilang “dimanapun dan kapanpun” gak ada bilang “kondisi apapun” hahahaaaa… # PILIHAN SOLUSI menghadapi situasi di atas# 1. Pura-pura permisi ke belakang, padahal tujuannya ke warung makan. ( ahhh itu cara kuno, hehe bisa juga sihh itu kan gak bohong, bisa jadi kantinnya ada di belakang ruang perkuliahan) 2. Pura-pura pucat, pengen pinsan. Bruuukk! Lalu ngebayangain ada cowok ganteng yang nolongin..mulai dehh ada peristiwa romantic-romantisan di kelas, [uakk.. uakkk…wuueeee] (aahhh lebay !! bohong, dosa lohh. Tapi kalau beneran sihh gak apa-apa asal jangan dibuat-buat tuh ceritanya) 3. Ngirim surat berantai , sapa tahu ada yang bawa bekal, kan bisa dimanfaatkan tu (ahhh gak bisa!! keTAT b.g.t. gak boleh makan di kelas saat kuliah) 4. Hmmmmm….. truss apaan dunk, bantu mikir!!?? AHA !! (apa? Apa?) heh penasaran sekali kamu. JUJUR adalah satu-satunya kunci dari masalah ini, maJu-Ungkapkan-Jika-kU-lapeR (aku sambil ngebayangin gimana skenarionya saat maju bilang terus terang ma dosen n temen-temen..wahhh..peDe nya ai) hahaaaaa.. (huhhh.. mangaranyau pikirann!) Nahhh bujuraan.[ups..maaff yee duhai pembaca setiaku, kumat nih logat bahasa aslinya keluar] gara-gara si Conan nehh pank yang meolah motivasinya, hedeehh…bis am teumpat jua anehnya membuat cerita. [Hhehee..piece…] Lanjuut.. Tadi sampai nomor berapa? Oh ya.. empat.. 5. (semoga nih nomor beneran bermutu solusinya walaupun ganjil angkanya) [Terima kasih.. terima ksih yaa dah doain] Gini contoh simulasinya : Maaf, [sambil mengacungkan jari telunjuk kanan sebagai tanda hormat] (hahaa hormat gak gitu setahuku..) Saya permisi keluar sebentar, [menunggu dan berharap ada sahutan dari dosen] Iya..iya.. silahkan.. [IYESSS..YESSS..] (weehh senyumnya nih yeeee) [ya iya lah aku senyum bahagia, tahap pertama berhasil ku jalankan sesuai harapan—tahap minta persetujuan keluar ruangan] Hedehh bisa-bisa keringatan duluan nih yang baca.. Keluar aja mikirnya lama sekali kayak menghadapi raja, aku jadi teringat kisah Dong Yi) [iya..iya kisah Dong Yi si detektif cerdik itu kan?? Yang banyak lika likunya dalam menghadapi kejahatan dalam istana.. waaaahhhh aku ngefans sekali tu tokoh dalam novelnya, dia seorang rakyat jelata pelayan biro music istana yang bisa mecahkan kasus besar istana, akhirnya dia diangkat ke dalam Dayang Pengawas Biro Pengawas istana karena kecerdasannya dan karena jasanya, serta sangat banyak kasus yang dapat dipecahkannya. Dayang Pengawas tugasnya adalah mengawasi dan menyelidiki serta bekerja sama dengan polisi istana dalam satu kerja. Akhirnya Raja mengangkatnya menjadi Dayang Agung Istana. Karena dia berhasil menemukan dan mecahkan bukti penting dan luar biasa tentang kasus yang dihadapinya saat itu sebagai tanggung jawabnya] (haaah? Novel ? bukannya itu film yang ada di stasiun televisi, setiap jam 13.00 WITA dari senin ampe jumat.?) [tu film sebenarnya ngambilnya dari novel, Nur] Iya.. terusss.. Duh kenapa kita cerita tentang Dong Yi yaa.. Laaa.. apa tujuanmu keluar ruangan ?? Sssttt.. “ini satu, dua saja deh, em ini juga buatku. Emmm minuman mineralnya tiga deh” Tap.. tap.. (ehh tunggu,, mau dibawa kemana tuh kue camilan ama minumannya?? Pakai piring segala lage, hedehh tambah rumit nih masalah kelaperanmu) “ssstt.. tenangg..” hehe Assalamu’alaikum.. Wa’alaikum salam.. [ku letakkan piring berisi empat kue tadi ke meja dosen ditambah dua minuman mineral, tentu saja jatahku sudah ku makan di kantin tadi. Cukup isi dengan dua kue saja perutku.] Ternyata beliau langsung meminumnya, mungkin karena kering juga sudah tenggorokan, ya jelas lah karena dah dua jam lebih nih. Sementara bahan kuliahnya belum juga menandakan slide akhirnya. Itu lohh.. slide akhir=slide ucapan terima kasih , sampai-sampai ada teman yang mengucapkannya duluan dengan suara lumayan lantang. Ketahuan banget ngarepnya. Hedehh tapi syukurlah dosennya ketawa meresponnya. Ho Naahhh.. bermutu gak juga sih solusi kelima tadi,, hahaa.. karena kelemahannya = temen-temen yang menderita, mereka pasti juga laper dan haus. Maka, akhirnya para pengurus kelas mengadakan perundingan kilat nan singkat.. hahaaa.. termasuk aku sebagai sekretarisnya.. hedeehh.. gak layak aku jadi pengurusnya, akunya ja gak becus. Aku yang menimbang dan menetapkan peraturan kelas akhirnya merasa berdosa besar dengan teman-teman lainnya. Karena isi peraturan itu adalah 1. Dilarang makan dan minum di kelas selama perkulihan berlangsung 2. Dilarang merokok dalam ruangan dan sekitar ruangan 3. Membuang sampah pada tempatnya 4. Tidak membuat keributan/kegaduhan di lingkungan kampus 5. Wajib menggunakan almamate hari senin sampai rabu dan saat sosialisasi maupun mendemonstrasikan hasil makalah kelompok 6. Sanksi dipatuhi dan dilaksanakan 7. Diusahakan tidak terlambat datang dan mematuhi tata tertib Fakultas yang ditetapkan 8. Berlaku semua mahasiswa(i) dalam lingkup kelas Aku yang membuatnya tapi atas persetujuan teman-teman kelas juga. Dan sekarang dihapus tata tertib nomor satu.. heheee.. Alhamdulillahh..sungguh ajaib tuh tata tertib bisa dihapus yahh.. tapi aku malah mengundurkan diri dari kepengurusan, karena aku hanya ingin empat bulan megang tuh jabatan. Sebenarnya sih tiap semester ganti pengurus, tapi banyak yang bertahan(HEBATT) kecuali aku yang langsung memutuskan hubungan dari jabatan hari terakhir tersebut. Teman-teman lainnya maksa banget aku tetap mengurus. Tetap ku pada pendirian. “aku tetap membantu kalian, dan tetap bersama kalian mengurus, tapi izinkan ku untuk menyerahkan tugasku kepada orang yang berminat meneruskannya” [uek..uek.. wuueeeee..oak..oak.. sok wibawa deehhh!!! iiiihhh] *** Aku sungguh tersentuh setelah mendengar ucapan salah seorang dosen pagi itu kepada kami. Beliau berkata : “sudahkah Anda siap menjadi seorang sosok GURU ? Sosok yang seperti apa yang ingin kalian bentuk? Sosok yang kalian lukis sekarang ini adalah sangat mempengaruhi manusia-manusia muda(peserta didik) untuk generasi Indonesia berikutnya. Apa yang ingin kalian lukis ? diri yang seperti apa ? HABIT AND STYLE adalah kuncinya. HABIT yang baik akan membuat Peserta Didik yang baik pula, STYLE yang sopan akan membentuk Peserta Didik yang baik dan bermutu. Pengabdian terhadap profesi adalah kemampuan Pendidik yang baik dan berkualitas serta berkepribadian yang utuh” Tersentuh dan ada hawa sejuk menusuk jantungku (lebayyy..) deg..! Kapankah ku bisa sadar.. siapa aku sebenarnya… Dosen itu berkata lagi, “kalau Anda tidak siap Fisik dan Mental, LEBIH baik MUNduR” Siapkah aku menjadi seorang pendidik yang bisa mengabdikannya, dan bertanggung jawab serta memiliki kepribadian yang utuh? LEARNING TO KNOW, TO DO, TO BE, N TO LIFE TOGETHER Itulah 4 pilar dalam pembelajaran/belajar Sekarang aku bertanya pada diri sendiri, [aku yang seperti apa yang ingin ku bentuk?] Bagaimana cara membentuk pribadi yang utuh itu ???? #CARA# 1. Merenunginya(niat) 2. Mengidentifikasi hal yang perlu kita perbaiki 3. Mengidentifikasi hal yang dikembangkan 4. BERCERMIN 5. Menanyakan dan terus menggali pengetahuan yang bermanfaat dan relevan 6. Mengembangkannya 7. Yang paling utama adalah berserah diri pada ALLAH swt dengan minta keridhoan-NYA 8. Saatnya BERUBAH(loe kira power ranger) Berubah jika semuanya sudah utuh dalam kebulatan Yang perlu diingat adalah bahwa kita harus terus mengembangkannya, karena menuju jiwa yang utuh itu tidak ada batasnya(sepanjang hayat) [ujarr siaapaa???? Huuuuu GAK ILMIAH dehhh caranya] Hahaaaa.. sengaja GAK ILMIAH, coba lihat saja delapan cara tersebut, gak sistematis, gak ada keterpaduan antar nomor. Huehee.. ketahuan banget amatiran.. (ya iyya lahh, kamu kan bukan ahli filsafat) hedehh.. bener juga Catatan : @dilarang 100% mempercayai perintah tulisan di atas, karena belum tentu membawa Anda ke arah yang bener @dilarang memperbanyak tulisan di atas karena gak jelas kejelasannya @ku harap bisa bermanfaat walau hanya sebesar biji sawi TERIMA KASIH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar